Laman

Cari aja disini yaa...!

Jumat, 03 Mei 2013

Film Film Yang Memicu Kontroversi

Tonton "Fitna - Full movie" di YouTube

Fitna, 2008
Masih ingat dengan film dokumenter Fitna karya Geert Wilders ini? Berbagai kalangan bersikap reaktif begitu Fitna muncul ke publik lewat internet. Tak cuma umat muslim, umat beragama lain dan banyak komunitas menyampaikan keprihatinan mereka. Belanda, negara tempat film ini berasal, otomatis jadi sasaran protes. Padahal, film ini sendiri juga mendapat kecaman di Belanda. Dalam film berdurasi 15 menit itu, cuplikan kejadian dari peristiwa penyerangan World Trade Center (WTC) di New York pada 11 September 2001, pengeboman kereta api di Madrid, Spanyol (2004), pembunuhan Theo van Gogh (2004), sampai pidato para tokoh garis keras muslim dikompilasikan dengan selipan potongan ayat Alquran, sehingga kekejaman dan kekerasan terkesan identik dengan Islam.
Film ini dibuat Wilders yang menganggap agama Islam berbahaya, sehingga orang harus lebih waspada. Kontan Fitna dinilai sebagai film propaganda yang memojokkan agama Islam lewat kutipan ayat Alquran yang digunakan tidak pada tempatnya.
Da Vinci Code, 2006

Cuplikan adegan "Da Vinci Code" (Dok. Columbia Pictures)Film ini diangkat dari novel karya Dan Brown yang kontroversial, sehingga baik novel maupun film ini mengundang kecaman dari umat Nasrani. Menceritakan pembunuhan seorang orator museum yang berujung pada terungkapnya suatu misteri yang tak bisa diterima umat Nasrani, yakni bahwa Maria Magdalena adalah istri Yesus dan Yesus memiliki keturunan, film ini langsung mendapat bantahan dari berbagai pihak. Dari novel ini saja terbit puluhan judul buku yang isinya menyanggah penemuan Dawn Brown tersebut.
Film ini digarap dengan kaidah sinematografi sehingga layak jadi tontonan, lepas dari penafsiran Dan Brown yang kontroversial. Ditempatkan sebagai hiburan, semua orang mungkin bisa menerimanya. Tapi, jika dilihat dari sudut pandang lain yang berpautan dengan keyakinan dasar seseorang, sepertinya harus dipikirkan ulang untuk mempercayai paparan Brown begitu saja. Toh, tiap orang memang punya sudut pandang dan kepercayaannya sendiri. Dan sebuah novel atau film seharusnya tak cukup kuat mengusik kepercayaan seseorang itu.
Bad Wolves, 2005
Film Bad Wolves garapan sutradara Richard Buntario ini sempat membuat Polda Metro Jaya melayangkan surat ke Lembaga Sensor Film karena menilai film action yang mengangkat kehidupan antargeng itu menyinggung SARA dan porno aksi, juga mempertontonkan cara mengisap shabu-shabu. Adegan-adegannya pun dinilai terlalu sadis, sarat dengan kekerasan. Sebagai tindak lanjutnya, LSF pun melakukan penyuntingan ulang film yang dibintangi Zack Lee, Ivan Gunawan, dan Sultan Djorghi itu, yang Richard nilai berlebihan. Namun, film ini tak sampai ramai dibicarakan masyarakat karena “gaung”-nya pun kurang terdengar.
BACA JUGA:
Kontroversi film tentang G30S/PKI "The Act of Killing" Pro kontra film