Laman

Cari aja disini yaa...!

Kamis, 07 Maret 2013

Dulu Penari Latar Sekarang Menjadi Duo Mojang

Share this : minigoogle.png minigoogleplus.png minifacebook.png minitwitter.png minilinkedin.png minimsn.png miniyahoo.png minisocialrss.png

Sejak 2008 silam, setiap kali Nita Thalia melakukan pentas dangdut selalu saja ditemani dua orang penari cantik. Keduanya tidak henti hentinya bergoyang dengan lincahnya untuk menirukan gerakan penyanyi yang menyandang gelar “Goyang Heboh “ itu. Keduanya pun terbilang cantik dengan bodi menggoda.

Setelah tiga tahun menjadi penari latar, kini keduanya naik “pangkat”, mereka tidak hanya menjadi penyanyi latar saja . Kini kedua penari bernama Sucire dan Yusianta itu telah membuat single lagu dan turut meramaikan jagat belantika musik dangdut Indonesia.

Single terbaru mereka berjudul cintaku cinta mati dan undur undur bahkan telah diperkenalkan kepada pecinta dangdut Jogja, saat melakukan konser di Purawisata , Jalan Brigjen Katamso, Sabtu, (20/12/2012), malam.

Mengenakan gaun berwarna merah, Dua Mojang (sebutan Sucire dan Yusinta) mengawali konser tersebut dengan lagu iwak peyek. Ratusan penonton yang mendapatkan suguhan lagu tersebut pun tampak bergoyang dengan mendengar lagu itu.

Maklum saja lagu itu memang sudah tidak asing lagi di kalangan telinga pecinta dangdut lantaran kerap dinyayikan dalam setiap kesempatan konser dangdut.

Usai lagu itu diyanyikan, Doa Mojang lantas menyanyikan lagu lainnya yang tidak kalah apik berjudul Di Saat Aku Mencintaimu, yang kemudian disusul dengan lagu Sedap Sekejap, Budaya Buntung dan lantas ditutup dengan dua single terbaru mereka yakni Cintaku Cinta Mati dan Undur Undur.

Dalam membawakan lagu tersebut, Dua Mojang berjoget berbeda dengan penyanyi dangdut pada umumnya. Goyang dangdut yang mereka lakukan acapkali terdapat gerakan tari jaipong yang begitu kental. Bahkan, saat menyanyikan undur undur, keduanya melakukan gerakan mundur ke belakangan seperti seolahmemperagakan judul lagu yang dinyanyikan.

“Selama ini banyak penyanyi dangdut berjoget sesuai dengan ciri khasnya masing masing. Kalau kami sih memang pengen tampil beda yakni dengan memasukkan tari jaipong,” katanya kepada Harian Jogja, Sabtu, (20/12/2012). Sedangkan gerakan mundur pada lagu lagunya berjudul undur undur itu, lanjutnya karena memang sengaja ingin membuat lucu lucuan untuk disesuaikan dengan judul lagunya. “Aku sama Yusinta nyiptain gerakan ini refleks aja soalnya pengen buat lucu lucuan,” ungkapanya.
[solopos.com]