Laman

Cari aja disini yaa...!

Sabtu, 09 Februari 2013

Rika Rafika

Bandung - Lahir di lingkungan seniman Sunda, membuat telinga Rika Rafika(33) terbiasa dengan harmoni nada da-mi-na-ti-la-da sejak kecil. Saat Rika besar, ia pun tumbuh menjadi seorang penyanyi pop sunda.

Rika terjun ke dunia pop sunda sejak tahun 1996. Mulanya, ia justru mempelajari seni tari sunda sebelum memilih jalur pop sunda. Saat itu, orang tuanya memasukkan Rika ke sanggar seni tari.

"Dari kecil telinga dan mata memang sudah disuguhkan kesenian tradisional sunda. Tapi mulai menyanyi itu tahun 1994 dan serius terjun ke musik pop sunda tahun 1996," ujar Rika kepada detik bandung.

Perlahan, darah seni yang dimilikinya membaawa karir Rika di jalur pop sunda semakin baik. Suaranya yang lembut membuai sesuai dengan ciri khas penyanyi sunda, membuat Rika semakin digemari. Apalagi bisa dibilang tak banyak artis pop sunda wanita yang lahir di Bandung. Rika pun mengaku bangga bisa berdiri di jalur musik pop sunda.

"Kenapa saya ada di jalur pop sunda karena lingkungan itu tadi. Secara tidak langsung membawa saya ke jalur seni sunda. Saya jadi seperti sekarang ini otodidak, tidak belajar secara khusus," terangnya.

Dituturkan Rika, banyak yang menyangka ia lulusan dari SMKN 10 atau STSI. Padahal secara ilmu, Rika justru mengenyam pendidikan di IlmuKomunikasi Unpad jurusan Public Relation.

"Guru seni saya banyak, orang tua, teman-teman di STSI, SMKN 10. Tapi secara khusus tidak mempelajari seni secara akademi. Guru saya yang paling berharga itu jam terbang," tutur pelantun tembang Bangbung Hideung ini.

Hingga saat ini, Rika dikenal sebagai penyanyi pop sunda. Ada 5 album dan1 album kompilasi yang merekam jejak suara merdunya. Di antaranya album 'Dalinding Asih', 'Bentang Midang', dan 'Rujak Cuka'



Rika Rafika , lahir di Banjaran, Kabupaten Bandung pada 17 Januari 1979, adalah seorang seniwati otodidak yang kariernya diawali dari seorang penari, kini eksis sebagai penyanyi dan presenter. Tahun 2007 berhasil menyelesaikan pendidikan formalnya pada Jurusan Ilmu Hubungan Masyarakat, Fikom-Unpad dan memperoleh gelar Sarjana Sosial.




Rika Rafika Bicara Regenerasi Seniman Sunda

KETIKA wacana penghapusan bahasa Sunda dalam kurikulum muatan lokal muncul tempo hari, respon berbagai pihak pun tak terelakkan. Termasuk dari para seniman sunda, salah satunyapenyanyi Rika Rafika. Penyanyi pop Sunda yang tergolong senior ini mengaku kecewa, jika itu terjadi.

Keberadaan bahasa Sunda di dalam muatan lokal, kata Rika, mempunyai pengaruh besar terhadap kesenian Sunda. Jika bahasa Sunda benar-benar dihapus, tentunya sangat sulit untuk melestarikannya, termasuk melalui lagu Sunda. Coba saja bayangkan, paparnya, jika anak-anak tidak diajarkan bahasa Sunda bagaimana mereka bisa memahami lagu-lagu Sunda.

揇engan adangnya kurikulum tersebut, bisa dibilang akan memunculkan regenerasi untuk seniman Sunda. Maka dari itu dampaknya cukup besar, jika kurikulumbahasa Sunda dihilangkan," ungkap Rika beberapa waktu lalu.

Bila seorang anak belajar bahasa Sunda,kata Rika, artinya dia telah turut melestarikan budaya. 揝elain itu dengan mempelajarinya banyak hal yang bisa didapat, yang paling penting bahasa Sunda harus tetap ada,� ucapnya penuh harap.

Di sisi lain pihaknya mengaku dalam kesehariannya di rumah, lanjutnya, lebih sering menggunakan baha Sunda daripada Indonesia. Hal tersebut dilakukannya, dengan tujuan supaya anaknya mengikuti apa yang dilakukan oleh ibunya.

揟api tidak bisa dipungkiri pula, saya tidak bisa menuntut lebih kepada anak untuk menggunakan bahasa Sunda setiap hari. Mengingat teman-teman di lingkungannya cukup beragam, yang jelas saya selalu ingatkan setiap di rumah gunakanlah bahasa Sunda,� ungkap perempuan 33 tahun ini.